Lompat ke isi utama
x

Sejarah Prodi MIK

Indonesia merupakan salah satu negeri yang sangat rawan dengan bencana alam. Peristiwa bencana alam yang semakin meningkat kejadiannya dalam satu dekade terakhir turut memberikan dampak yang signifikan terhadap arah pembangunan. Untuk menjamin keberlanjutan cita-cita pembangunan bangsa dari risiko bencana alam, usaha-usaha untuk melakukan mitigasi bencana mutlak diperlukan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana, disebutkan bahwa upaya mitigasi bencana meliputi rangkaian kegiatan pengurangan risiko bencana baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.

Dalam rangka melakukan upaya-upaya mitigasi bencana, pemerintah perlu meningkatkan, baik secara kualitas maupun kuantitas, sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dalam bidang kebencanaan. Ketersediaan sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan dan ketrampilan secara khusus dalam bidang penanggulangan bencana masih sangat kurang. Sebagian besar tenaga kerja yang bertugas dalam penanggulangan bencana pada saat ini merupakan lulusan sarjana (S1) dari berbagai disiplin ilmu. Kompetensi sumber daya manusia yang berkerja dalam bidang penanggulangan bencana dengan tingkat strata sarjana (S1) dapat dikatakan masih kurang memadai untuk menjawab tuntutan arah dan kebijakan pembangunan bangsa yang berbasis pada pengurangan risiko bencana.

Untuk menyahuti tuntutan serta keberagaman potensi dan ancaman bencana di Indonesia, Universitas Syiah Kuala telah diberikan mandat oleh Pemerintah untuk menyelenggarakan Program Studi Magister (S2) Ilmu Kebencanaan (SK Menteri Pendidikan Nasional No. 219/E/O/2011). Setelah 4 tahun berkiprah, Program Studi Magister (S2) Ilmu Kebencanaan Program Pascasarjana, Universitas Syiah Kuala pada saat ini telah terakreditasi dengan status Akreditasi B berdasarkan SK BAN-PT 058/SK/BAN-PT/Akred/M/II/2015. Program Studi Magister (S2) Ilmu Kebencanaan Universitas Syiah Kuala merupakan program multi disiplin ilmu yang dijadikan sebagai dasar dalam perancangan strategi untuk kajian kebencanaan secara efektif termasuk mitigasi dampak buruk dari bencana, tanggap terhadap bencana, dan pemulihan dari bencana. Peristiwa bencana yang beruntun melanda Indonesia selama ini secara mutlak memerlukan para ahli yang memiliki kompetensi dalam penanggulangan bencana secara spesifik. Selama ini, tenaga-tenaga tersebut diserap dari berbagai disiplin ilmu terkait yang lain sehingga upaya penanggulangan bencana tidak dapat diharapkan maksimal. Dalam hal ini, Program Studi Magister (S2) Ilmu Kebencanaan Program Pascasarjana Universitas Syiah Kuala telah memberikan andil dalam peningkatan kompetensi tenaga kerja dalam bidang kebencanaan. Lulusan Program Studi Magister (S2) Ilmu Kebencanaan Program Pascasarjana Universitas Syiah Kuala telah bekerja pada berbagai instansi pemerintahan dan swasta yang berkaitan dengan penanggulangan bencana. Meskipun demikian, jumlah lulusan yang dihasilkan masih sangat kurang dibandingkan dengan kebutuhan ahli ilmu kebencanaan yang semakin meningkat. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi sumber daya manusia Indonesia dalam bidang kebencanaan ke jenjang pascasarjana (yaitu jenjang magister maupun jenjang doktor) mutlak diperlukan.

Sekilas Unsyiah
Simak pencapaian Universitas Syiah Kuala dari sejak pendiriannya hingga kini

Posting Terbaru